Sabtu, 25 Maret 2017

Sop Kan Gurame Bening

Ini termasuk menu baru. Karena dulu mikirnya aneh aja ikan di sop dengan kuah bening begini. Sampe suatu hari lagi kunjungan dinas ke Cilegon, karena lapar yang tak terkira si bos asal aja nyuruh driver mampir di rumah makan terdekat. Tanpa pikir panjang Om Heru langsung belok kesebuah rumah makan yang memang parkirannya penuh berhubung saat itu jam makan siang. Sejujurnya gw lupa banget nama rumah makannya apa hehehe. Kita pesan menu utamanya yaitu sop ikan. Yassalam, bisa enak gitu. Si bos nanya, " lo kan terkenal manusia ikan di kantor, bisa gak lo masak gini?". Gw jawab, " kayaknya gak bisa pak hehehe."  Sop nya juara. Kuahnya bening tapi kaldu ikannya berasa banget. Kuahnya juga bumbunya TOP. Tingkat kematangan ikannya pas dan yang terpenting gak amis !!
Tadi pagi bingung mau masak apa. Bosen goreng-gorengan. Hujan, enaknya masak yang berkuah, pedes tapi ogah yang ribet. Keinget deh si sop ikan itu. Dengan kekuatan bulan, akhirnya memberanikan diri juga hehehe.

Berhubung menurut gw hasilnya lumayan enak walaupun gak se TOP sop ikan di cilegon, gw mau coba sharing resepnya simplenya disini. Asli ini cocok banget buat mamak-mamak malas masak hahaha. 

SOP IKAN GURAME BENING

Bahan :
  • Ikan ( saya pake gurame 1 ekor ukurang sedang di potong jadi 2 bagian)
  • 1 siung bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • Cabe rawit
  • Tomat hijau
  • Lengkus di keprek
  • Jahe di keprek
  • Daun salam
  • Daun jeruk
  • Sere d keprek
  • Jeruk nipis
  • Daun kemangi
  • Garam 
  • Merica
Bahan Pelengkap :
  • Saus tiram
  • Minyak wijen
  • Kecap ikan
Cara memasak :

  1. Potong dan bersihkan ikan. Kemudian lumuri dengan jeruk nipis dan garam. Sisihkan
  2. Rebus air dalam panci.
  3. Iris bawang merah dan bawang putih.
  4. Saat air sudah mendidih, masukkan bahan yang sudah di iris dan yang sudah di keprek serta masukkan daun jeruk dan daun salam.
  5. Masukkan bahan pelengkap sesuai selera
  6. Kemudian masukkan ikan gurame dan masak sampai matang. 
  7. Jangan lupa masukkan garam dan merica.
  8. Terakhri setelah semua matang, masukkan cabe rawit, kemangi dan juga tomat hijau.
  9. Sop ikan siap si sajikan.
Selamat mencoba buat mamak-mamak setrong diluar sana hehehe..





Selasa, 14 Februari 2017

Hello 27 !!

Jakarta, 14 Februari 2017

" Hidup adalah waktu yang dipinjamkan "

Sampai di titik ini pun, masih merasa belum bisa menjadi apa-apa dan siapa-siapa. Sedangkan waktu terus berjalan, rasanya baru saja merengek minta di gendong di pundak ayah saat pulang kerja, rasanya baru saja duduk di depan saat ayah mengemudi motornya, rasanya baru saja aku menangis saat mamak tidak membawaku ikut arisan bersamanya, rasanya baru saja aku tak bisa tidur semalaman saat kali pertama orang tua mengantarkanku ke sekolah SMA berasrama karena untuk kali pertama itu pula aku terpisah jarak ratusan kilo dengan mereka.

Tuhan, aku sadar betul hidup adalah waktu yang dipinjamkan. Sejujurnya, sekarang tak ingin mengingat hari lahir lagi, karena ternyata yang terpenting adalah mengingat hari akhir. Terlalu banyak dosa dan kesalahan yang kuperbuat, terlalu banyak nikmat yang kukufurkan, terlalu banyak harta yang kuhamburkan, terlalu banyak kesempatan yang ku sia-siakan, terlalu banyak petunjukmu yang kulupakan dan terlalu banyak pula perintahmu yang kuabaikan.

Tuhan, aku sadar betul hidup adalah waktu yang dipinjamkan. Sekarang, waktu itu semakin berkurang. Semoga belum terlambat untuk memulai yang tertunda. Memperbaiki segala kekurangan, mengubur dosa-dosa silam, kembalikan pada jalan yang Tuhan tunjukkan. Semoga di sisa umur ini, keberkahan selalu menyertai dalam setiap langkah hidupku.

Dear suami, tetaplah mencintai dengan sederhana. Jadilah diri kita sendiri, bukan orang lain. Terimakasih 2 tahun yang berarti. Terimakasih early birthday gift yang unforgettable. Terimakasih.

Tuhan, aku sadar betul, hidup adalah waktu yang dipinjamkan..


Dari HambaMu yang tak sempurna,

Millati Amalia

Minggu, 17 April 2016

Risoles Anti Sobek !!

Dulu dari SMP suka jualin risoles pagi-pagi di tokonya mamak. Katanya, untungnya buat dek lia. Tapi gak pernah aku tagih juga, toh semua hasil keuntungan jualan juga untuk aku kan hehehe.. 😊😊

Cuma, dari dulu sampe sekarang tiap bikin risoles pasti aja ada beberapa yabg pecah/ sobek kulitnya. Aseli itu bete banget secara pas nge gorengnya jadi susah. Kadang kudu di akalin dengan bikin kulit yang tebal, eh tapi kulit risoles yang terlalu tebal juga gak enak kan ya.. 

Kemaren baca-baca referensi resep kulit risoles. Tapi banyak versi malah bingung sendiri. So, aku karang-karang aja sendiri combine sana sini. Taraaaaa akhirnya risolesnya beneran gak ada yg pecah atau sobek 1 bijipun sampai selesai digoreng. Sungguh diriku terharu #lebai hehehe...

Nah, ilmu gini wajib di share biar bermanfaat bagi semuanya. Semoga yang di ketik sesuai ya dengan apa yang dicampur kemarin. Agak khawatir sih karena kemaren asal cemplang cemplung doang takut ada yang missed di sebutin hehehe..


RISOLES ROGUT AYAM ANTI SOBEK

Bahan Kulit :
  • 250 gram tepung terigu segitiga biru
  • 2 sdt tepung sagu
  • 2 butir kuning telur, putihnya untuk lumuran
  • 250 ml usu cair UHT ( kemaren sedikit aku pake untuk campuran isiannya)
  • 2 sdm Margarin yang di cairkan
  • Garam secukupnya

Semua bahan di campur dan di aduk sampai licin. Atur kekentalannya ya..

Bahan Isian :

  • Wortel 3 buah ukuran sedang, potong dadu
  • Kentang 3 buah, potong dadu
  • 100 gram Ayam giling
  • Sedikit udang untuk menumis bumbu biar harum
  • Daun seledri
  • Bawang merah 3 bawang putih 3, merica dan sedikit pala di ulek jd 1.
  • Susu cair sedikit aja.
  • Garam secukupnya
  • Gula sedikitnya
  • Minyak wijen

Tumis semuanya dan tambahkan daun seledri. Dinginkan.

( Khusus untuk isian bisa kombinasi sesuai selera. Untuk risoles rogut biasanya ada yang suka di tambahin susu kental manis, tepung terigu dan keju jadi lebih padet isiannta. Ada juga yang suka pake mayonaise. Jadi untuk isian silahkan di sesuaikan selera masing-masing hehehe..)

Sudah jadi yaaa.. tinggal bikin kulitnya di teflon. Kasih isian dan lipat sesuai selera, mau bentuk tabung, persegi atau segitiga..

Ingat semua bahan tanpa MSG. Mau sasa kek, kaldu instan kek, no no no no !!!!

Selamat mencoba...

Kamis, 31 Desember 2015

Terimakasih 2015

Walaupun tidak merayakan pergantian tahun 2015, tapi setidaknya tiap penghujung tahun selalu menjadi acuan tentang apa resolusi kita tahun itu dan bagaimana pencapaiannya.


Tahun 2015
Setahun ini merupakan tahun yang cukup bersejarah selama 25 tahun hidup saya. MENIKAH. menikah dengan seorang pria pilihanku, pilihan ayah mamak dan Insya Allah dia juga pilihan dari ALLAH SWT untukku. Pernikahan kami berlangsung di awal tahun 2015. Waktu yang tepat untuk saya membuka lembaran baru bersama imam saya. Sejak awal dia mengingatkan agar saya menulis target yang ingin saya capai selama setahun. Katanya, jangan lihat secara keseluruhan, jangan takut duluan. Tulis saja dan yakinkan kita bisa mencapainya. Pernah suatu ketika saya bersedih saat memaski semester 3 tahun 2015. Menurutku masih banyak yang belum tercapai. Suami menegur, katanya coba kamu coret satu-satu target mana saja yang sudah tercapai, pasti ada perasaan bahagia saat melihat banyak coretan walaupun tidak seluruhnya.


Januari pasca menikah sayapun mulai menulis target apa saja yang saya inginkan terwujud di 2015. Kebetulan target-target saya lebih bersifat wujud benda atau aksi, bukan target resolusi seperti lebih sabar, lebih hemat dsb. Menurutku itu tak perlu dirumuskan karena memang harus setiap hari dilatih untuk itu hehehe..

Berikut adalah TARGET/ RESOLUSI HIDUP 2015 yang pernah saya tulis Januari 2015 ( akan saya coret mana target/ resolusi yang sudah tercapai) :

1. Tercapai Target Kerja 110%
Alhamdulillah tidak tercapai hehehe. Tapi Alhamdulillah Allah ganti dengan promosi pindah jabatan yang lebih nyaman. Gak pernah menyangka secepat ini, hanya percaya bahwa ini adalah berkat perjuangan, doa mamak, dukungan suami dan pertolongan Allah.


2. Startup Bisnis 
Alhamdulillah. Di bulan April saya sudah me-launching online shop yang bernama LAYA FABRIC. Tidak besar tapi cukup menjanjikan.


3. Beli Rumah
Alhamdulillah, rumah minios yang nyaman dan cukup untuk berteduh dari gelap malam, dinginnya hujan dan teriknya panas.


4. Investasi uang
GATOT. Gak bisa investasi apapun termasuk kumpulin emas lagi. Karena asal dapat uang langsung di alihkan untuk rumah dan segala printilan-printilannya. AH !!!


5. Cari Panti Asuhan Binaan
Ini juga tidak tereaslisasi. Niatnya cari yang dekat tempat tinggal. Apa daya, gak dikerjain. Targetnya dulu keliling cari panti yang pas di hati untuk selanjutnya aktif disana. Sekarang cuma bisa kotribuak untuk Anak Yatim yang di bina dan di asuh oleh seorang alumni dari kampus saya dulu. Alhamdulillah ybs amanah, namun karena lokasi nya jauh di jawa timur kadang sedih karena gak bisa ikut main dan mengunjungi mereka.


6. Sering ikut charity & kegiatan sosial
Tawaran banyak, tapi penyakit malas juga gak kalah banyak !!! Duh !!!


7. Ke taiwan
Alhamdulillah.. perjalan di sponsorin oleh suami. Terimakasih ya :)


Dari semuanya, saya merasakan betul bahwa menikah itu sungguh membuka ribuan pintu rezeki. Alhamdulillah.. rezeki dan kebahagiaan tak putus-putus di kirimkan Allah. Insya Allah di tahun 2016 semakin banyak target yang saya tulis dan semakin banyak pula coretannya. FOKUS PADA TARGET. Mungkin terkesan kaku banget sama hidup, namun saya harus menyadari adalah masa muda bukan masa menghabiskan uang, namun justru untuk menabung atau menginvestasikan uang sesegera mungkin. Kapan senang-senang jalan-jalannya dong? Ntar jalan-jalannya sama suami dan anak Insya Allah heheheh..

Ini nih target yang aku tulis di note smartohone, tanggalnya edited tgl 11 Juli itu soalnya Juli baru ganti HP jadi note di HP lama aku pindahin manual ke HP baru hehehehe.  

Target yang tertulis di Smartphone

Jumat, 25 Desember 2015

Review Go-Clean

Pasca dengan isengnya menggunakan jasa go-clean yang merupakan salah 1 bagian dari manajemen Go-jek, jadi banyak teman-teman yang nanya bagaimana kualitas pekerjaan serta yang tak kalah penting adalah biaya yang harus kita keluarkan. Maka dari itu tulisan ini pun saya buat dengan hati senang dan riang untuk berbagi informasi dengan teman-teman sekalian.

Sejujurnya menyesal sih ya menjerumuskan diri dalam dunia bermalas-malasan hehehe. Jujur aja setelah kehadiran produk-produk jasa berbasis aplikasi yang sekarang lagi booming, malah bikin produktivitas saya semakin berkurang. Sama halnya dengan go-clean, kalo dipikir ulang berapa kalori yang terbakar dan berapa otot yang digerakkan jika saya bersihkan sendiri hehehe..

Tapi pak suami sepertinya gak sampai hati. Dia tau kapasitas badan saya yang dalam 2 bulan terakhir drop karena kecapean walaupun cuma masuk angin dan demam. Dia paham banget saya selalu mencoba menjadi wanita setrrroooong dan mayakinkannya bahwa " tenang, everything will be ok" hahahahaa...

Kebetulan ada libur pilkada. Udah ngejadwalin untuk bersih-bersih karena selalu di tunda. Dia langsung menyarankan untuk pakai jasa pembersih yang banyak di iklankan di internet atau Go-Clean. 

Eh yang tadinya semangat malah jadi ciut ngebayangin akan ada orang yang bersih-bersih terus saya cuma rebahan sambil ngemil, baca koran, kaki di atas meja sambil mainan HP ( sinetron banget). Sempat maju mundur maju mundur juga sih. Tapi atas restu suami dan pertimbangan daripada badan jadi remek, akhirnya jemari ini pun mulai menjelajahi aplikasi go-jek, tsaaahhhh...


Order pun dimulai, kita diminta untuk mengisi jenis bangunan sebagai contoh rumah, kontrakan, kos-kosan, apartemen dan sebagainya. Kemudian ada pilihan ruangan mana saja yang akan di bersihkan. Kemaren saya isi aja 3 room dan 1 bathroom. Secara otomatis sistem akan menghitung sendiri misal untuk 4 ruangan maka estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pembersihan adalah 2,5 jam. Kita juga bisa memilih apakah kita mau gender khusus. Kemarin saya sih pilih gender apapun, dan untungnya dapet yang cewek. Setelah terisi akan tersedia kolom untuk menulis note. Nah, FYI untuk fitur note di app go-clean ini anda bisa isi beberapa hal di antaranya  sebagai berikut :

1. Informasi pekerjaan apa aja yang anda request. Kemarin saya tulis begini sih biar sesuai kondisi real " rumah kosong, minim perabot, hanya lap jendela, sapu ngepel dan sikat toilet bla bla bla". Bahkan anda bisa request setrika atau jenis pekerjaan rumah lainnya tapi kata si cleaning service kemaren sih kalau setrika ya setrika aja gak bisa campur-campur hehehe..

2. Informasi apapun yang ingin kalian tuliskan yang menurut kalian perlu diketahui.

3. Kolom note juga bisa digunakan untuk mengisi nama cleaning service yang kita inginkan. Jadi, kebanyakan pengguna punya langganan. Biasanya jika kita pernah puas dengan cleaning service sebelumnya, kita bisa request nama dia lagi kapan-kapan. Tentu ini layanan menarik, karena terkadang kita pun malas rumah kita di masukin orang-orang berbeda-beda. Si ibu yang kemarin bersihin rumah saya bilang, dia sudah punya 4 langganan. Biasanya mereka order seminggu sekali.

Perlu diketahui bahwa untuk aplikasi go-clean ini berbeda dengan go-jek dimana saat kita melakukan order maka driver sendiri yang akan confirm orderan kita. Sedangkan untuk go-clean operator yang akan melakukan request kepada para cleaning service atas orderan kita. Operator juga memilih di antaranya adalah penyesuaian gender yang sesuai dengan request dari customer dan juga menyesuaikan jarak antara lokasi kita dengan lokasi si cleaning service. Tiap cleaning service punya area masing-masing. Manajemen gojek yang berhak memilih cleaning service sesuai kriteria yang di inginkan customer. Admin Gojek akan menghubungi si cleaning service dan menawarkan orderan kita tentunya by system. Kalo ibu yang kemarin yang bantu saya itu megang area depok, jakarta selatan dan jakarta timur.

Harga?
Oke ini penting dan saya wajib kasih info bahwa untuk layanan ini biayanya adalah 60.000/jam. Di awal sistem akan calculate sendiri untuk ruangan yang kita pilih berapa estimasi waktu yang dibutuhkan. Namun, jangan seneng dulu hehehe, karena di lapangan si cleaning service akan menawarkan apakah mau jika dibersihkan sampai tuntas namun jika ada kelebihan waktu apakah kita bersedia menambah sebesar 60.000 untuk tiap jam nya. Atau kalau kita maunya hanya 2.5 jam (misalnya) sesuai order di aplikasi ya bisa aja, cleaning servicenya yang akan menyesuaikan sendiri ritme kerjanya. Ini bukan trik go-clean, tapi ini ada benarnya juga. Kita sebagai customer bisa aja sebutin 4 kamar dan sistem mengkalkulasi butuh pengerjaan 3 jam. Namun realitasnya 4 ruangan tersebut kayak kapal pecah #hiperbola hahahahahaha.. Dalam logika gak mungkin 4 ruangan kayak kapal pecah bisa diselesaikan dengan waktu 3 jam.


Contoh saya kemarin :
Estimasi waktu nya adalah 2.5 jam atau sebesar 150.000. Kenyataannya total keseluruhan adalah 4 jam yaitu sebesar 240.000. Karena tadinya saya cuma input 3 ruangan dan 1 toilet. Kenyataannya saya suruh dia juga sikat halaman belakang, teras dan taman depan hehehe.. sehingga jadilah totalnya jeng jeng jeng 4 jam.


Aslinya sih 3.5 jam. 1/2 jam hangus karena aku order untuk jam 11 siang. Si ibu uda standby di depan rumah dari jam setengah 11. Saya masih perjalanan dari jakarta dan sampe rumah jam setengah 12 hehehehe. Mau gimana lagi panyakit ngaret gak bisa lepas. Sedangkan si ibu di sistem sudah ke record mulai pekerjaan jam 11. So, hati-hati pemilihan waktu ya, telat sedikit kita yang rugi.

Gak enaknya apa???
Menurut aku sih yaaa, gak logis aja masa iya ya ngerjain lap-lap jendela, nyapu, ngepel dan sikat toilet di rumah yang kecil bisa memakan waktu 3.5 jam hehe. Soalnya ga ada perabot, ga ada vacum-vacuman juga karena sofa dan kasur masih plastikan. Next time bisa jadi pelajaran kita juga sendiri bisa estimasi berapa lama waktu yang dibutuhkan sehingga kita bisa infokan ke cleaning service biar kita gak "dikerjain". Aku sih gak merasa dikerjain soalnya ibunya baik banget dan pekerjaannya bersih tuntas. Tapi buat pengalaman aja untuk kita-kita next time..


Selanjutnya mau ngebahas perangkat kebersihan yang dibawa. Saya lihat peralatannya juga cukup lengkap vacum pun ada. Mereka juga menyediakan sendiri bahan untuk bersih-bersih seperti untuk lantai, kaca dan perabot. Katanya sih, bahan yang digunakan itu jenis bahan khusus yang biasanya jarang digunakan oleh rumahan. Kalo kayak sapu dan pel sih dia gak bawa karena harusnya sih customer udah ada ya. Tapi untuk yang gak punya misalnya bisa juga request di kolom comment.

Kesimpulannya, menggunakan layanan go-clean ini emang membantu banget untuk case tertentu. Para cleaning service menggunakan seragam rapi dan peralatan kebersihan yang lengkap. Mereka juga di training dan sepertinya attitudenya juga di ajarin. Sopan sekali saat akan masuk kamar utama dia minta izin, mau kesini minta izin, dan sebagainya. Saya bahkan jawab " silahkan bu rumahnya kosong kok gak ada apa-apa". Saat saya coba bantu sedikit di larang dan disuruh duduk aja hehehe..

Tapiii mulai saat ini jadi mikir besok-besok kalo kondisi gak urgent gak usah lah pake layanan ini. Biar memotivasi saya juga jadi perempuan dan istri serta ibu untuk anak-anak kelak ( Insya Allah) harus rajin dan tangguh kayak mamak. Jangan manja dengan kecanggihan teknologi. Tapi, asli deh kalo untuk moment krusial aplikasi ini membantu banget hehehe..

Semoga review ini bermanfaat ya :) Selamat mencobaaaa...

Minggu, 29 November 2015

Me vs Bawang Merah

Kali ini saya bukan sedang ingin berdongeng tentang legenda tersohor " Bawang Merah dan Bawang Putih". Bukan pula adegan saya si bawang putih yang ditindas bawang merah. Ini cerita kisah saya vs sakit flu vs bawang merah. Hubungannya???

Jadi gini, 3 minggu yang lalu saat weekend saya full kegiatan. Badan butuh istirahat tapi apa daya banyak kegiatan yang harus di lakukan agar tidak tertunda. Tidur pun kurang karena saya punya kebiasaan susah tidur cepat. Harusnya weekend bangun telat tapi kemarin itu saya bangun cukup awal. Puncaknya saat minggu saya berenang. Ini wajib sih karena tiap weekend suka makan diluar yang aneh-aneh setidaknya berharap ada kalori yang terbakar ( walaupun kenyataannya gali lubang tutup lubang lagi hehehe.). Padahal berenangnya cuma 45 menit karena keburu maghrib, tapi malamnya saya bersin-bersin hebat sampai pagi. Besoknya badan drop, tenggorokan mulai sakit dan badan hangat.
Seperti biasa ini adalah pertanda flu mulai menyerang. Saya siapkan amunisi seperti adem sari, vitamin C isep dan juga susu beruang. Apa daya kondisi benar-benar drop dan flu resmi menjangkiti saya hehehe..

Sejak kecil memang tidak terbiasa minum obat, awalnya karena pahit tapi Alhamdulillah jadi kebiasaan. Alhasil tubuh saya pun tidak ketergantungan dengan obat. Mamak cerita saat kecil plafond berobat gratis dari perusahaan atas nasaya selalu berlebih banyak karena tiap sakit saya gak pernah di bawa ke dokter. Cukup dengan ramuan jitu temulawak atau sejenisnya racikan Ayah.

Tapi kali ini flu nya cukup hebat, saya sampai kewalahan tidak bisa tidur nyenyak. Besoknya harus kerja dan badan lemas karena kurang tidur. Saya coba saja beli obat sanaflu di indomaret. Apesnya di percobaan minum ke 3 baru obat bisa masuk ke kerongkongan (payah gw). Si obat pahit yang butuh perjuangan meminumnya itu cukup ampuh bikin saya tidur nyenyak. Tapi tetap saja, flu tak kunjung reda.

Hari ke-4 saya sudah mulai risih dengan cairan hidung yang semakin kental. Bukan bertambah bening. Kayaknya si virus yang ada di tubuh ini cukup berpendirian teguh gak mau keluar-keluar. Saya sudah tidak minum lagi sanaflu. Saya cuma minum air jahe hangat aja tiap malam.

Karena sudah capek dengan hidung meler dan bersin-bersin, aku minta saran temen kantor obat sirup yang ampuh ( kayak bocah hehehe). Dan dia pun menyarankan untuk beli obat sirup Actifed. 1 hari minum obat itu alhamdulillah bisa tidur nyenyak ( yaiyalah efek sampingnya aja menyebabkan kantuk). Cairan hidung pun tidak sepekat biasanya. Pikirku, aku akan tetap lanjutkan minum obat ini sampai habis. Setidaknya berkurang walaupun bertahap.

Malam harinya, aku buka timeline Facebook. Salah satu hal kenapa saya masih suka mainan facebook adalah karena ada group menjahit disana saya masih suka update tutorialnya. Disamping itu juga banyak info-info penting walaupun tak sedikit pula info-info yang bersifat provokasi.

Sampailah saya pada postingan seorang teman crafter tentang " Hindari Obat Sejak Dini Bagi Anak". Saya tetarik baca karena sayapun pengen saat punya anak Insya Allah saya membiasakan anak untuk tidak terbiasa mengkonsumsi obat sejak bayi.
Dan ternyata di dalam postingannya itu terdapat informasi bahan-bahan alami untuk penyembuhan beberapa penyakit. Salah satunya adalah SAKIT FLU PILEK.
Gimana caranya???

Oke, teman saya itu kasih tips bahwa sejak dulu jika dia atau anaknya terserang flu maka yang dilakukan adalah mengupas dan mengiris bawang merah sesuai kebutuhan dan ukuran kamar kemudian diletakkan di piring atau mangkuk. Bawang merah iris tadi di letakkan di kamar. Posisinya jangan terlalu dekat dengan kita. Karena perih di mata. Katanya, obat alami ini selalu ampuh.

Saya pun bergegas ke dapur malam itu. Untuk meracik bawang merah mengikuti arahan si teman. Duh, si bawang merah ternyata benar-benar bikin mata perih saat di masukkan ke kamar. Dan saya pun tidur tak lupa baca doa agar saat bangun Allah mengangkat penyakit kita.

Saat bangun tidur pagi.. Wah !!!!!!! Saya sampai lupa kalo tadi malam saya masih flu karena paginya saya normal seolah-olah kemarin gak sakit apa-apa. Tidak bersin dan hidung tidak meler. Masya Allah, dengan 5 siung bawang merah dapat menyembuhkan sakit flu dan pilek seminggu hanya dalam waktu 1 malam. Walaupun masih gak nyangka, sebaiknya mari kita ucap Alhamdulillah..

Besoknya di kantor, berceritalah aku ke seorang teman kantor yang duduk persis di depanku. Dia punya 2 orang princess. Niatku ingin berbagi tips kali-kali si princess kena flu aku punya tips untuk dia. Lah kok saat aku cerita ternyata dia sudah lebih dulu tau resep tradisional ini. Aku jadi penasaran dan nanya, " Kenapa sih mba bawang merah bisa menyembuhkan flu??? Gw jadi penasaran sm penjelasan ilmiah nya ". Lantas si teman menjawab, " Setau gw sih zat yang terkandung di bawang merah itu bisa membunuh virus flu dengan cepat. " mmmm.. masuk akal sih ya. Tapi next aku update lagi tulisan ini kalo sudah ketemu penjelasan lebih ilmiahnya ya.

Tiap obat pasti ada efek samping. Lah, emang obat tradisional ini ada efek sampingnya ??? Adaaaaaaaa hahahahahahaa.. Bangun-bangun seisi kamar bau bawang. Baunya gak enak, kayak bau ketek hahahaha.. udah gitu, tas yang biasa dipake untuk ngantor pun ikut-ikutan bau ketek. Hahahahahaa.. baunya asli gak enak. Sampai kantor karena malu aku tarih tas nya dalam lemari. Tapi gak sebanding lah ya sama efek positifnya. Bayangin aja, bawang 1 ons paling cuma 2 ribu. Bayangin saya sudah keluar 70 ribu untuk beli obat sirup dan  amunisi lainnya hehehe.. Tenang aja, baunya gak lama kok, belum sempet di pel besoknya juga uda hilang hehehe..

Semoga bermanfaat ya. Pesan saya, yang sudah punya anak, sejak dini biasakan anak anda untuk jauh dari obat. Sebaik apapun obat itu menyembuhkan seseorang, tetap saja obat adalah benda terbuat dari bahan kimia. Insya Allah, Tuhan menciptakan seluruh isi bumi tanpa sia-sia. Banyak hasil alam yang bisa jadi obat seperti jaman Nabi kita dulu. Insya Allah kita semua senantiasa diberikan kesehatan. Amin..

Rabu, 25 November 2015

Selamat Hari Guru Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, sayapun turut berterimakasih dan berdoa agar guru-guru ku mulai TK, SD sampai SMA serta para dosen senantiasa diberikan keberkahan dalam hidup dan senantiasa menjadi penerang dalam kegelapan.

Dari sekian banyak guru yang menjadi pahlawan tanpa tanda jasa bagi saya, tak sedikit yang begitu melekat dalam ingatan saya kebaikan dan ketulusannya. Saat sekolah dulu saya suka bergumam dalam hati " Ya Allah kalo saya sukses nanti saya mau balas jasa ibu/bapak ini ". Tapi kali ini saya ingin sekali bercerita tentang salah seorang guru favorit saya.

Namanya Ibu Fauzah.. Saya di didik sama beliau sejak kelas 6 Sekolah Dasar. Dia adalah salah satu guru yang sangat saya sayangi selain bu yuli ( guru SMA), Pak Mukhlis dan beberapa guru lainnya.

Bu Fauzah ini adalah guru pelajaran bahasa Inggris. Kehadiran dia sebagai pengajar baru disekolah membuat suasana baru yang menyenangkan. Beliau sosok guru muda yang cantik, putih bersih dengan alis yang tebal, badan yang sedikit berisi namun tidak berlebihan, dan yang terpenting beliau sangat lembut dan sabar kepada murid-muridnya. Ntah kenapa sejak SD kedekatan dengan beliau sudah terasa. Beliau selalu menasehati dan menyemangati saya dalam tiap kompetisi yang saya ikuti.

Tak lama, beliau menikah dengan seorang pria pilihan beliau. Kami bocah-bocah SD sangat kegirangan walaupun saat itu kami tidak tau apa itu pernikahan. Yang kami tau, kami akan datang ke resepsi beliau dan kami sibuk memikirkan kado apa yang akan kami berikan ( akhirnya kebeli jam dinding hasil urunan rame-rame), horeeeee, khas sekali dunia anak-anaknya ya? Hahahaha..

Setelah menikah, kami pun di ajak oleh beliau main kerumahnya. Saya dan teman-teman seingat saya ada rini, astrid, manda dan farah, naik BE ( Bireun Express) yang hits banget di Aceh kala itu mengalahkan gojek, uber dan lainnya hahaha. Sesampai disana, kami disambut hangat dirumah beliau. Suami beliau, tak kalah baiknya dengan beliau. Kami di masakin, kemudian di ajak ke pantai berjalan kaki yang jaraknya tak jauh dari rumah beliau. Senangnya bukan main. Seharian kami seperti anak-anak beliau. Dan suami istri ini memperlakukan kami begitu baiknya. Sampai detik ini saya masih inget loh !!!

Singkat cerita, saya pun sudah SMP. Walaupun gedung sekolah SD dan SMP jaraknya tinggal lompat tapi rasanya begitu kehilangan sosok guru seperti bu fauzah. Tepat saat akan naik kelas 2 SMP, beliau pun ditugaskan untuk mengajar di SMP. Yeayy !!! Saya bisa ketemu beliau lagi..

Hingga lulus SMP, saya melanjutkan sekolah di Banda Aceh, dan lanjut kuliah di Surabaya. Yang saya tau, beliau masih belum di karuniai keturunan. Saya sudah tidak pernah lagi bertemu beliau. Sampai suatu ketika, mamak bercerita bahwa bertemu  seseorang di dokter gigi dan bertanya " Ibu, apa kabar Millati bu? ". Awalnya Mamak lupa siapa orang yang menyapanya itu, ternyata ybs adalah ibu fauzah. Mamak bilang, bu fauzah datang ke dokter dengan membawa dua anak kecil. Alhamdulillah, ternyata beliau sudah memiliki buah hati. Tak lama saya pun dipertemukan lewat facebook dan kamipun bertegur sapa.

Namun ada cerita yang begitu mengaharukan untuk saya. Yaitu saat detik-detik menjelang pernikahan saya. Saat undangan selesai di cetak dan saya kirim ke Aceh saya berpesan sama mamak untuk menyampaikan amanah undangan saya ke bu Fauzah. Mamak pun kebingunan karena ternyata ybs sudah tidak mengajar di sekolah saya yang lama. Beliau sudah menjadi pengajar PNS dan mengajar di sekolah negri. Namun mamak bersungguh-sungguh mencari tau dimana beliau mengajar sekarang. Hebatnya, mamak berhasil mendapatkan informasi. Namun karena jauh mamak gak bisa mengantarkan, hanya dititipkan sama seseorang yang katanya tetangga beliau.

Hari H pun tiba, kerabat, sodara dan guru-guru menyempatkan hadir. Betapa bahagianya saya, guru-guru yang jauh yang tak bisa hadir menelpon dan mengirim kado. Guru yang sudah lama pindah pun ada yang hadir. Bahkan seorang guru SMP yang datang berkata saat bersalaman, " Ibuk sering sekali dapat undangan dari murid, tapi ibuk jarang datang, waktu ibu dapat undangan dari Millati, Ibu niat dan bela-belain untuk datang loh ". Wah, akunya langsung terharu dan pengen nangis dipelaminan.

Kira-kira jam 3 sore, acara sudah hampir selesai. Saya pun teringat akan kehadiran sosok guru kesayangan. Bu fauzah tidak hadir, begitu pikirku. Apa mungkin undangan yang tak sampai, atau mungkin beliau sibuk, atau bagi beliau tak penting hadir di acara murid atau lebih parahnya beliau lupa sama saya? Yasudahlah, harap maklum karena beliau jauh, aku mencoba berfikir lebih bijaksana.

Saya pun turun dari pelaminan hendak ganti baju. Hiasan kepala seberat 5kg berhasil membuat leher saya hampir copot. Tiba-tiba seseorang memanggil saya dari belakang. Alhamdulillah, bu fauzah hadir bersama suami. Pengen nangis tapi malu. Saya pun langsung salam mencium tangan dan memeluk hangat beliau. Beliau meminta maaf karena baru bisa datang setelah jam mengajar usai. Bahagia sekali, gak terkira. Saya pun masuk, dan berganti pakaian. Ibu fauzah masuk ke kamar dan memberikan kado kemudian memeluk saya lagi sambil memberi nasihat yang sampai detik ini terngiang di kepala saya.

Beliau menyampaikan pesan bahwa bagaimana sikap yang harus di ambil dalam membina rumah tangga. Sebagai istri, sebagai wanita. Berceritalah beliau, bahwa (kalau tidak salah seingat saya) 12 tahun lamanya dia menantikan seorang anak dalam rumah tangganya. 12 tahun penantian panjang, usaha doa dan air mata, sampai beliau pasrah dan menyerahkan pada Allah, sempet ia sampaikan ke suaminya bahwa ia ikhlas jika memang suaminya ingin menikah lagi untuk mendapatkan keturunan. Namun sang suami dengan penuh cinta mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan itu. Hingga akhirnya, di tahun 2014, lahirlah seorang malaikat kecil dalam kehidupan mereka. Berkaca-kaca saya dengarnya, merinding. Belasan tahun kesabaran mereka di balas oleh Allah. Mereka adalah sosok suami istri inspirasiku, panutanku. Ternyata dua anak kecil yang dibawanya saat ke dokter gigi bukanlah anaknya. Anaknya baru saja lahir beberapa bulan sebelum acara pernikahan saya.

Di akhir perjumpaan beliau tak lupa berpesan bahwa, anak adalah rezeki, yang penting sabar dan terus berdoa. Pasti suatu saat doa kita akan di dengar Allah. Millati harus jadi wanita yang kuat dan penyabar.

" Dear Bu Fauzah dan guru-guruku, terimakasih telah menjadi inspirasiku. Terimakasih telah berjasa dalam hidupku. Terimakasih telah menyayangiku layaknya anak kandungmu sendiri. Terimakasih telah menjadi pahlawan bagiku, bagi teman-temanku, bagi semua anak didikmu."

Doa kami, semoga guruku senantiasa menjadi perhiasan dunia yang tak tenilai harganya, yang selalu berkilauan dan memancarkan keindahan. Buat bu fauzah, semoga selalu bahagia bersama keluarga, sehat dan terus melihat malaikat kecilmu tumbuh menjadi wanita hebat sepertimu.

WE LOVE YOU
SELAMAT HARI GURU NASIONAL !!!